Lanjut ke konten

Perkembangan Sistem Administrasi Wilayah Indonesia

8 Oktober 2012

I.  Pengertian administrasi

Dalam UUD 1945 pasal 18 ayat 1 bahwa Negara Kesatuan Republik    Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi  dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota.Tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintah daerah yang diatur dengan undang-undang.  Selain kabupaten dan kota juga ada kecamatan, kelurahan, dusun/rukun warga(RW), dan rukun tetangga(RT).

II. Perkembangan Jumlah Provinsi di Indonesia

Provinsi adalah nama sebuah pembagian wilayah administrasi di bawah wilayah nasional. Kata provinsi diambil dari bahasa Belanda “provinci” yang berasal dari bahasa Latin dan yang pertama kali menggunakan yaitu di Kekaisaran Romawi.  Gubernur adalah orang yang memimpin sebuah provinsi dan membawahi atas wilayah kabupaten atau kota.

Saat ini Indonesia dibagi menjadi 33 provinsi.  Dulu, Indonesia hanya memiliki 8 provinsi.  Mengapa provinsi di Indonesia bisa berjumlah 33 provinsi?  Baca aja dibawah ini…

1.  Era Perjuangan Kemerdekaan (1945-1949)

Awal terbentuknya provinsi yang ada di Indonesia adalah dengan adalah diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.  Dengan dinyatakannya kemerdekaan Indonesia, Indonesia bebas mengelola dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki tanpa diganggu atau diatur negara asing.  Salah satunya sistem administrasi wilayah Indonesia.

Pada awal kemerdekaan Indonesia hanya memiliki 8 provinsi.  Delapan provinsi itu adalah Sumatera, Sulawesi, Sunda Kecil, Kalimantan, Maluku, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.  Kalian bisa menghafalkan 8 provinsi tadi dengan SKMJ.  S untuk Umatera, Sulawesi, dan Sunda Kecil.  K untuk Kalimantan. M untuk Maluku. Dan J untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

2.  Era Republik Indonesia Serikat (1949-1950)

Dari hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda pada tahun 1949, Indonesia mendapat pengakuan sebagai negara yanng berdaulat penuh atas wilayahnya. Dari hasil KMB pula Indonesia mengetaui wilayahnya yaitu semua daerah bekas jajahan Belanda kecuali pulau papua.

3.  Era Demokrasi Liberal dan Orde Lama (1950-1966)
4.  Era Orde Baru (1966-1998)
5.  Era Reformasi (1999-2004)

From → Tak Berkategori

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: